TUGAS 2 AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI


Nama              : Annisa Badzlina  
Npm                : 10116939
Kelas               : 4KA19

   
1. Sebutkan dan Jelaskan 5 Prinsip Dasar Dari COBIT 5

Prinsip 1. Meeting Stakeholder Needs  Keberadaan sebuah perusahaan untuk menciptakan nilai kepada stakeholdernya – termasuk stakeholders untuk keamanan informasi – didasarkan pada pemeliharaan keseimbangan antara realisasi keuntungan dan optimalisasi risiko dan penggunaan sumber daya yang ada. Optimalisasi risiko dianggap paling relevan untuk keamanan informasi. Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda-beda sehingga perusahaan tersebut harus mampu menyesuaikan atau melakukan customize COBIT 5 ke konteks perusahaan yang dimiliki. 
Prinsip 2. Covering the Enterprise End-to-End COBIT 5 mengintegrasikan IT enterprise pada organisasi pemerintahan dengan cara:
· Mengakomodasi seluruh fungsi dan proses yang terdapat pada enterprise. COBIT 5 tidak hanya fokus pada ‘fungsi IT’, namun termasuk pada pemeliharaan informasi dan teknologi terkait sebagai aset layaknya aset-aset yang terdapat pada enterprise.
·                   Mengakomodasi seluruh stakeholders, fungsi dan proses yang relevan dengan keamanan informasi. 
Prinsip 3. Applying a Single, Integrated Network COBIT 5 dapat disesuaikan dengan standar dan framework lain, serta mengizinkan perusahaan untuk menggunakan standar dan framework lain sebagai lingkup manajemen kerangka kerja untuk IT enterprise. COBIT 5 for Information Security membawa pengetahuan dari versi ISACA sebelumnya seperti COBIT, BMIS, Risk IT, Val IT dengan panduan dari standar ISO/IEC 27000 yang merupakan standar ISF untuk keamanan informasi dan U.S. National Institute of Standars and Technology (NIST) SP800-53A. 
Prinsip 4. Enabling a Holistic Approach Pemerintahan dan manajemen perusahaan IT yang efektif dan efisien membutuhkan pendekatan secara holistik atau menyeluruh. COBIT 5 mendefinisikan kumpulan pemicu yang disebut enabler untuk mendukung implementasi pemerintahan yang komprehensif dan manajemen sistem perusahaan IT dan informasi. Enablers adalah faktor individual dan kolektif yang mempengaruhi sesuatu agar dapat berjalan atau bekerja. 
Prinsip 5. Separating Governance from Management COBIT 5 dengan tegas membedakan pemerintahan dan manajemen. Kedua disiplin ini memiliki tipe aktivitas yang berbeda, membutuhkan struktur organisasi yang berbeda dan memiliki tujuan yang berbeda

 2. Sebutkan dan Jelaskan 4 Domain Pada Proses Manajemen Cobit 5
·                   Align, Plan, and Organize (APO) – Penyelarasan, Perencanaan, dan Pengaturan
·                   Build, Acquare, and Implement (BAI) – Membangun, Memperoleh, dan Mengimplementasikan 
·                      Deliver, Service and Support (DSS) – Mengirimkan, Layanan, dan Dukungan
·       Monitor, Evaluate, and Assess (MEA) – Pengawasan, Evaluasi, dan Penilaian 

3. Sebutkan Kelebihan COBIT 5
·                   Efektif dan Efisien
·                   Berhubungan dengan informasi yang relevan dan berkenaan dengan proses bisnis, dan   sebaik mungkin informasi dikirim tepat waktu, benar, konsisten, dan berguna.
·                    Rahasia
·                    Proteksi terhadap informasi yang sensitif dari akses yang tidak bertanggung jawab.
·                    Integritas
·                   Berhubungan dengan ketepatan dan kelengkapan dari sebuah informasi. 
·                   Ketersediaan 
·                   Berhubungan dengan tersedianya informasi ketika dibutuhkan oleh proses bisnis sekarang dan masa depan.
·                   Kepatuhan nyata
·                   Berhubungan dengan penyediaan informasi yang sesuai untuk manajemen

4. Jelaskan Masing-masing Dari 5 Bagian ITIL V3
·                   Service Strategy Service Strategy merupakan inti dari siklus hidup ITIL. Memberi panduan bagaimana merancang dan mengimplementasikan layanan TI sebagai bagian dari aset strategis perusahaan. Service Strategy mendefinisikan konsep utama dari ITIL, sebagai panduan dasar dalam perancangan keseluruhan siklus hidup ITIL. Service Strategy memberikan panduan dalam pengembangan Service Design, Service Transition, Service Operation dan Continual Service Improvement. 
·                   Service Design Service Design memberikan arahan untuk perancangan dan pengembangan layanan serta proses-proses manajemen layanan, mencakup prinsip dan metode untuk menerjemahkan tujuan strategis kedalam portfolio layanan dan aset layanan. Service Design dimulai dari pengaturan kebutuhan bisnis hingga selesainya pengembangan dari perancangan solusi layanan.
·                   Service Transition Service Transition fokus pada seluruh aspek layanan, memberikan arahan pengembangan dan perbaikan untuk transisi layanan baru atau perubahan layanan. Merupakan implementasi dan adaptasi dari Service Design. Service Transition merencanakan dan mengkordinasikan sumber daya (resource) sehingga menjamin kebutuhan dari Service Strategy yang dituliskan dalam Service Design untuk dirilis pada Service Operation Service Transition yang memberikan panduan kepada perusahaan untuk mengelola segala bentuk perubahan yang terjadi pada layanan dan proses manajemen layanan agar dapat mengontrol resiko dari perubahan.
·                   Service Operation Service Operation memberi panduan dalam implementasi dari manajemen operasi layanan. Service Operation menyampaikan layanan kepada pelanggaran dan mengatur aplikasi, teknologi dan infrastruktur yang mendukung penyampaian layanan. Merupakan tahap yang menyampaikan nilai layanan kepada bisnis secara langsung. Service Strategy mendefinisikan nilai yang akan disampaikan pada layanan, Service Design mendefinisikan bagaimana merancang layanan agar dapat menyampaikan suatu nilai, Service Transition mengubah rancangan menjadi layanan yang sebenarnya, Service Operation menjamin bahwa layanan dan nilai dari layanan dapat tersampaikan.
·                   Continual Service Improvement Continual Service Improvement berkaitan dengan perbaikan nilai kepada pelanggan melalui evaliasi yang berkelanjutan dan perbaikan dari kualitas layanan. Continual Service Improvement mengkombinasikan antara prinsip, praktis dan metode dari manajemen kualitas, manajemen perubahan, memperbaiki kapabilitas, memperbaiki setiap tahap dari siklus hidup ITIL, mulai dari layanan, proses, aktifitas dan teknologi yang berjalan


5. Sebutkan Kelebihan ITIL V3
1.                Pelayanan ITIL yang sudah terbukti dan digunakan secara global  
2.                 Peningkatan kepuasan dan hubungan pelanggan dengan perusahaan
3.                 Kualitas layanan yang lebih baik
4.                 Optimalisasi penyediaan layanan di seluruh supply chain
5.                 Keunggulan kompetitif melalui value creation dan agile change
6.                 Produktifitas yang lebih baik bagi perusahaan
7.                 Peningkatan quality control
8.                 Pemanfaatan skill dan pengalaman dari karyawan dengan lebih maksimal
9.                 Pemanfaatan standar industri untuk penyediaan layanan TI berkualitas tinggi sesuai dengan implentasi perusahaan berskala kecil maupun berskala besar

6. Jelaskan Apa Itu ISACA, IIASI, dan COSO
·                   ISACA (The Information Systems Audit and Control Associationadalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi. Dalam tiga dekade terakhir, ISACA telah berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan dijadikannya ISACA sebagai acuan praktik-praktik terbaik dalam hal audit, pengendalian dan keamanan sistem informasi oleh para profesional di seluruh dunia.
·                   IIASI yaitu merupakan standar untuk praktik profesional audit internal yang terdiri atas 3 bagian  yaitu : Attribute Standards ( atribut organisasi dalam individu yang terlibat dalam audit ), Performance Standards ( karakteristik kegiatan audit internal dan kriteria kualitas yang diguakan dalam pengukuran, Implementation Standards ( standar penerapan tipe audit di berbagai industry dan area spesialis tertentu
·                   COSO merupakan singkatan dari Comittee of Sponsoring Organization of treadway Commision, yaitu suatu inisiatif dari sektor swasta yang dibentuk pada tahun 1985. COSO merupakan model pengendalian internal yang banyak digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk mengevaluasi dan mengembangkan pengendalian internal. Struktur pengendalian internal COSO dikenal sebagai kerangka kerja pengendalian internal yang terintegrasi dan memiliki lima komponen yang saling berhubungan. Komponen ini didapat dari cara manajemen dalam menjalankan bisnisnya dan terintegrasi dengan proses manajemen. Komponen pengendalian COSO antara lain meliputi:

1.     Lingkungan Pengendalian Tindakan atau kebijakan manajemen yang mencerminkan sikap manajemen puncak secara keseluruhan dalam pengendalian manajemen. 
2.     Penilaian Risiko Tindakan manajemen untuk mengidentifikasi dan menganalisis risiko-risiko yang relevan dalam penyusunan laporan keuangan dan perusahaan secara umum. 
3.     Aktivitas Pengendalian Kebijakan dan prosedur, selain yang sudah termasuk dalam empat komponen lainnya, yang membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan telah diambil untuk menangani risiko guna mencapai tujuan entitas. 
4.     Informasi dan Komunikasi Tindakan untuk mencatat, memproses dan melaporkan transaksi yang sesuai untuk menjaga akuntabilitas. 
5.     Pemantauan Penilaian terhadap mutu pengendalian internal secara berkelanjutan maupun periodik untuk memastikan pengendalian internal telah berjalan dan telah dilakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai kondisi yang ada. 

7. Sebutkan dan Jelaskan Tujuan Pengendalian Internal
1.     Tujuan tujuan operasi yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi operasi. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi dari semua operasi perusahaan sehingga dapat mengendalikan biaya yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi.
2.     Tujuan-tujuan pelaporan. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan keandalan data serta catatan catatan akuntansi dalam bentuk laporan keuangan dan laporan manajemen sehingga tidak menyesatkan pemakai laporan tersebut dan dapat diuji kebenarannya.
3.             Tujuan-tujuan ketaatan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku. Bahwa pengendalian internal dimaksudkan untuk meningkatkan ketaatan entitas terhadap hukum hukum dan peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

         ketiga tujuan pengendalian internal tersebut merupakan hasil (output) dari suatu pengendalian internal yang baik, yang dapat dicapai dengan memperhatikan unsur unsur pengendalian internal yang merupakan proses untuk menghasilkan pengendalian internal yang baik

8. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur Pada Pengendalian Umum

1.                Pengendalian Organisasi dan Manajemen
Meliputi pemisahan fungsi, kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan fungsi pengendalian pada suatu perusahaan.
2.                Pengendalian terhadap Pengembangan Pemeliharaan Sistem Aplikasi
Berfungsi untuk memperoleh keyakinan bahwa sistem PDE telah dikembangkan dan dipelihara secara efisien dan ada otorisasinya.
3.                Pengendalian terhadap Operasi Sistem, meliputi :
a.       Sistem yang hanya digunakan untuk hal-hal yang telah diotorisasi
b.     Akses menuju ke operasi komputer diijinkan hanya kepada mereka yang telah   memiliki otorisasi
c.      Program yang digunakan juga hanya untuk progam yang telat diotorisasi pada pihak yang bersangkutan.
d.      Kesalahan pengolahan dapat dideteksi dan selanjutnya dapat dikoreksi
4.                Pengendalian terhadap Perangkat Lunak Sistem
Berfungsi untuk meyakinkan bahwa perangkat lunak sistem dimiliki dan dikembangkan secara efisien, serta telah diotorisasi.
5.                Pengendalian terhadap Entri Data dan Program
Struktur otorisasi ditetapkan dengan jelas atas transaksi, serat akses ke data dan program dibatasi hanya kepada mereka yang memiliki otorisasi.
6.                Pengendalian terhadap Keamanan PDE
Menjaga PDE lain yang berhubungan dengan PDE bersangkutan, misalnya digunakannya salinan cadangan (backups) di tempat yang terpisah, prosedur pemulihan (recovery procedures) ataupun fasilitas pengolahan di luar perusaha          an dalam hal terjadi bencana.

9. Sebutkan dan Jelaskan Unsur-unsur Pada pengendalian Aplikasi (3 saja)
1.      Pengendalian Input
 Komponen pengumpulan data dari sistem informasi bertanggung jawab untuk membawa data ke dalam sistem untuk diproses. Pengendalian input pada tahap ini berusaha untuk memastikan bahwa transaksi-transaksi tersebut sah, akurat, dan lengkap. Prosedur input data dapat berupa input yang digerakkan oleh dokumen sumber (batch) atau input langsung (real-time). Pengendalian proses (processing controls) ialah pengendalian intern untuk mendeteksi jangan   sampai data (khususnya data yang sesungguhnya sudah valid) menjadi error karena adanya kesalahan proses.      
2.      Pengendalian Pemrosesan
Setelah menjalani tahap input data, transaksi memasuki tahap pemrosesan dari sebuah sistem. Pengendalian pemrosesan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :
a. Pengendalian Run-To-Run
b. Pengendalian Intervensi Operator
c. Pengendalian Jejak Audit
3. Pengendalian Output
Pengendalian output memastikan bahwa output sistem tidak hilang, tidak salah arah, atau dikorupsi dan hak pribadi (privasi) tidak dilanggar. Eksposur untuk jenis ini dapat menimbulkan gangguan serius bagi kegiatan operasi dan menimbulkan kerugian keuangan bagi perusahaan. Misalnya, jika cek yang dihasilkan oleh sistem pengeluaran kas perusahaan ternyata hilang, atau dihancurkan, akun perdagangan dan tagihan lainnya akan tidak bisa ditagih. Hal ini dapat merusak peringkat kredit perusahaan dan mengakibatkan hilangnya diskon, bunga, atau biaya pinalti.
Jika privasi dari jenis output tertentu dilanggar, sebuah perusahaan mungkin akan mengompromikan tujuan bisnisnya atau bahkan terekspos secara hukum. Contoh dari eksposur privasi, antara lain pengungkapan rahasia usaha, penundaan keputusan hak paten, hasil riset pemasaran, dan catatan kesehatan pasien.
                      a. Mengendalikan Output Sistem Batch
          b. Mengendalikan Output Sistem Real-Time   

KESIMPULAN
COBIT mengatur masalah tujuan yang harus dicapai oleh sebuah organisasi dalam memberikan layanan TI, sedangkan ITIL merupakan best practice cara-cara pengelolaan TI untuk mencapai tujuan organisasi. Dan cobit memiliki 5 prinsip. Cobit memiliki kelebihan efektif dan efisien. Terdapat 3 jenis unsur - unsur pengendalian yaitu : pengendalian internal, pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.

DAFTAR PUSTAKA
http://widiastuti.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/51932/%5EAKS+-+Pertemuan+13+-+Cobit5.pdf
http://smartprosolusi.com/news/mengenal-information-technology-infrastructure-library-itil-v3-secara-umum.html
http://arifinreinaldo.blog.binusian.org/files/2014/04/PAPER-05-ITIL
http://scdc.binus.ac.id/isgbinus/2017/07/sertifikasi-isaca/
https://www.slideshare.net/MuhamadArdiansyah1/penjelasan-coso-cobit
http://darmansyah.weblog.esaunggul.ac.id/2012/10/26/pengendalian-pada-edp/
http://docplayer.info/35573038-1-iia-standards-2-coso-internal-control-standard-3-bs7799-and-iso-17799-it-security-4-itil-5-isaca-cobit-5.html.

Tugas Audit Teknologi Sistem Informasi - Tugas 1


Nama   :   Annisa Badzlina
NPM    :   10116939
Kelas    :   4KA19

1. Sebutkan dan Jelaskan bahaya-bahaya risiko yang dimiliki Sistem Informasi !
·   Keamanan. Risiko yang informasinya diubah atau digunakan oleh orang yang tidak berwenang. Misalnya saja kejahatan komputer, kebocoran internal dan terorisme cyber.
·    Ketersediaan. Risiko yang datanya tidak dapat diakses setelah kegagalan sistem, karena kesalahan manusia (human error), perubahan konfigurasi, dan kurangnya penggunaan arsitektur
·   Daya Pulih. Risiko dimana informasi yang diperlukan tidak dapat dipulihkan dalam waktu yang cukup, setelah terjadinya kegagalan dalam perangkat lunak atau keras,ancaman eksternal, atau bencana alam.
·   Performa. Risiko dimana informasi tidak tersedia saat diperlukan, yang diakibatkan oleh arsitektur terdistribusi, permintaan yang tinggi dan topografi informasi teknologi yang beragam
·  Daya Skala. Risiko yang perkembangan bisnis, pengaturan bottleneck, dan bentuk arsitekturnya membuatnya tidak mungkin menangani banyak aplikasi baru dan biaya bisnis secara efektif. 
·   Ketaatan. Risiko yang manajemen atau penggunaan informasinya melanggar keperluan dari pihak pengatur. Yang dipersalahkan dalam hal ini mencakup aturan pemerintah, panduan pengaturan perusahaan dan kebijakan internal.

2. Sebutkan dan Jelaskan 3 jenis risiko pada pendekatan audit berbasis risiko !
·    Risiko inheren : kemungkinan kerugian terjadi sebelum memperhitungkan faktorfaktor pengurang risiko. Dalam mengevaluasi risiko jenis ini auditor harus mempertimbangkan apa jenis dan sifat risiko serta faktor apa yang menunjukkan risiko ada.     
·   Risiko control : mengukur kemungkinan proses kontrol yang ada untuk membatasi atau menangani risiko inheren apakah tidak efektif. Untuk memastikan audit telah tepat, auditor harus memahami mana kontrol yang efektif terlebih dahulu.   
·  Risiko audit : risiko bahwa cakupan audit tidak menjangkau exposure bisnis yang cukup penting. Pro-forma audit dapat dikembangkan untuk mengurangi risiko audit, hal ini menyediakan panduan apa kontrol utama yang harus ada untuk menghadapi risiko dan apa yang harus dipatuhi atau pengujian substantif yang harus dilakukan. 

3. Sebutkan dan Jelaskan efek risiko dalam Sistem Informasi !
·    Strategi  (Strategic) : risiko dimana sistem informasi tidak sesuai dengan tujuan organisasi dan tidak mendukung pencapaian misi. 
·    Operasi (Operations) : risiko dimana sistem informasi menimbulkan beban yang terlalu besar bagi organisasi. Selain itu ketergantungan organisasi terhadap suatu sistem informasi berarti apabila sistem tersebut tidak tersedia selama waktu tertentu dapat menimbulkan risiko besar bagi operasional. 
·   Pelaporan (Reporting) : risiko dimana sistem informasi tidak dapat diandalkan untuk menghasilkan informasi yang akurat, lengkap dan tepat waktu. 
·    Kepatuhan (Compliance) : risiko dimana sistem informasi malah menimbulkan pelanggaran hukum dan regulasi yang merugikan bagi organisasi baik secara finansial maupun reputasi.

4. Sebutkan dan Jelaskan bahaya-bahaya risiko pada Sistem Informasi !
·    Fraud  yaitu terjadinya kecurangan atau manipulasi 
·    Business interruption yaitu terjaidnya  suatu gangguan bisnis 
·    Errors yaitu terjadinya suatu sistem tidak berfungsi secara normal 
·    Customer dissatisfaction yaitu terjadinya ketidakpuasan di pihak konsumen
·    Poor public image yaitu terjadinya citra yang buruk di mata masyarakat 
·    Ineffective and inefficient use of resources yaitu terjadinya penggunaan sumber daya yang tidak tepat dan pemborosan

5.  Sebutkan dan Jelaskan  kriteria bukti audit Sistem Informasi !
·   Cukup (Sufficient). Faktual, memadai dan meyakinkan dimana seseorang yang bijak akan mengambil kesimpulan yang sama dengan auditor.
·   Kompeten (Competent). Handal dan merupakan  Dapat diandalkan dan hasil terbaik dari penggunaan metode audit yang tepat.
·   Relevan (Relevant). Mendukung temuan dan rekomendasi audit serta konsisten dengan tujuan audit. 
·   Berguna (Useful). Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. 

6. Sebutkan dan Jelaskan Jenis-jenis bukti audit Sistem Informasi !
·   Bukti Fisik (Physical evidence). Secara umum diperoleh dari hasil pengamatan terhadap orang, properti atau peristiwa bisa dalam bentuk foto, peta dan sebagainya. Bukti yang diperoleh dari hasil pengamatan  haruslah didukung dengan contoh-contoh yang terdokumentasi atau bila tidak memungkinkan hendaknya didukung pengamatan lain yang menguatkan
·   Bukti Kesaksian (Testimonial evidence). Dapat berbentuk surat, pernyataan atau wawancara yang tidak bersifat konklusif karena merupakan pendapat seseorang. Bukti jenis ini hendaknya didukung dokumentasi selama memungkinkan. 
·   Bukti Dokumen (Documentary evidence). Merupakan bukti yang paling lazim dalam audit bisa berupa surat, perjanjian, kontrak, perintah, memo dan berbagai jenis dokumen bisnis lain. Bukti jenis ini dapat juga diperoleh dari arsip komputer menggunakan alat dan teknik audit yang tepat.  Sumber dokumen akan menentukan tingkat kehandalan dan tingkat kepercayaan, tentunya kualitas proses kontrol internal ikut dipertimbangkan.    
·   Bukti Analitis (Analytical evidence). Umumnya diperoleh dari hasil komputasi, perbandingan terhadap standar, operasi masa lalu atau operasi sejenis. Penggunaan perangkat komputer  yang tepat sangat membantu auditor pada perolehan bukti jenis ini. Regulasi dan penalaran umum  juga dapat menghasilkan bukti jenis ini.

7.  Berilah Kesimpulan dengan Bahasa kalian sendiri !
Pastikan setiap bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari sistem informasi sebelum melakukan kegiatan yang bersangkutan dengan sistem informasi karena bagaimana pun juga memiliki resiko yang berbeda – beda dan tingkat keamanan yang berbeda – beda juga.
Daftar Referensi

PENGERTIAN, CONTOH, DAN SEJARAH DARI ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

NAMA  : ANNISA BADZLINA
NPM      : 10116939
KELAS : 3KA19

DOSEN : YOGI PERMADI

ARTIFICIAL NEURAL NETWORK

Artificial neural network (ANN) adalah peranti lunak dan keras yang berusaha menyamai pola pemrosesan dari otak manusia, ANN juga disebut simulated neural network (SNN), atau umumnya hanya disebut neural network (NN)), adalah jaringan dari sekelompok unit pemroses kecil yang dimodelkan berdasarkan jaringan saraf manusia. ANN merupakan sistem adaptif yang dapat mengubah strukturnya untuk memecahkan masalah berdasarkan informasi eksternal maupun internal yang mengalir melalui jaringan tersebut. Oleh karena sifatnya yang adaptif, ANN juga sering disebut dengan jaringan adaptif.

Artifical Neural Network merupakan kategori ilmu Soft Computing. Neural Network sebenarnya mengadopsi dari kemampuan otak manusia yang mampu memberikan stimulasi/rangsangan, melakukan proses, dan memberikan output. Output diperoleh dari variasi stimulasi dan proses yang terjadi di dalam otak manusia. Kemampuan manusia dalam memproses informasi merupakan hasil kompleksitas proses di dalam otak. Misalnya, yang terjadi pada anak-anak, mereka mampu belajar untuk melakukan pengenalan meskipun mereka tidak mengetahui algoritma apa yang digunakan. Kekuatan komputasi yang luar biasa dari otak manusia ini merupakan sebuah keunggulan di dalam kajian ilmu pengetahuan.
Sejarah Neural Network
Perkembangan ilmu Neural Network sudah ada sejak tahun 1943 ketika Warren McCulloch dan Walter Pitts memperkenalkan perhitungan model neural network yang pertama kalinya. Mereka melakukan kombinasi beberapa processing unitsederhana bersama-sama yang mampu memberikan peningkatan secara keseluruhan pada kekuatan komputasi
.
Gambar 2.1 McCulloch & Pitts.
penemu pertama Neural Network

Hal ini dilanjutkan pada penelitian yang dikerjakan oleh Rosenblatt pada tahun 1950, dimana dia berhasil menemukan sebuah two-layer network, yang disebut sebagai perceptron. Perceptron memungkinkan untuk pekerjaan klasifikasi pembelajaran tertentu dengan penambahan bobot pada setiap koneksi antar-network.

Gambar 2.2 Perceptron
Keberhasilan perceptron dalam pengklasifikasian pola tertentu ini tidak sepenuhnya sempurna, masih ditemukan juga beberapa keterbatasan didalamnya. Perceptron tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan XOR (exclusive-OR). Penilaian terhadap keterbatasan neural network ini membuat penelitian di bidang ini sempat mati selama kurang lebih 15 tahun. Namun demikian, perceptron berhasil menjadi sebuah dasar untuk penelitian-penelitian selanjutnya di bidang neural network. Pengkajian terhadap neural network mulai berkembang lagi selanjutnya di awal tahun 1980-an. Para peneliti banyak menemukan bidang interest baru pada domain ilmu neural network. Penelitian terakhir diantaranya adalah mesin Boltzmann, jaringan Hopfield, model pembelajaran kompetitif, multilayer network,  dan teori model resonansi adaptif.
Untuk saat ini, Neural Network sudah dapat diterapkan pada beberapa task, diantaranya classification, recognition, approximation, prediction, clusterization, memory simulation dan banyak task-task berbeda yang lainnya, dimana jumlahnya semakin bertambah seiring berjalannya waktu.
Contoh Penerapan ANN pada Pemetaan Soal UN
Menurut Marimin dalam Indrawanto (Indrawanto dkk,2007) metode ANN memiliki karakteristik yang menyerupai jaringan syaraf biologi dalam memproses informasi. Salah satu penerapan ANN adalah untuk pemetaan data input dengan suatu pola yang diinginkan (Santoso,2004). Parameter-parameter yang ada dalam pemetaan soal UN digunakan sebagai bagian dalam sistem ANN yang dibangun. Dengan penggunaan ANN diharapkan memberi kemudahan bagi guru dalam melakukan pemetaan soal UN dan hasil yang diperoleh relatif lebih akurat.
Pelatihan Pada Artificial Neural Network 

      1.      Supervised Training (Pelatihan Terbimbing)

      Dalam pelatihan dengan supervisi, terdapat sejumlah pasangan data (masukan target keluaran) yang dipakai untuk melatih jaringan hingga didapatkan bobot jaringan yang diinginkan. Untuk setiap kali pelatihan, suatu input diberikan ke jaringan akan memproses dan mengeluarkan keluaran. Selisih antara keluaran jaringan dengan target merupakan kesalahan yang terjadi. Jaringan akanmemodifikasi bobot sesuai dengan kesalahan tersebut

      Contoh dari metode pelatihan terbimbing yang sering digunakan yaitu Single Perceptron, Multi Perceptron dan Back Propagation

     2.      Unsupervised Training (Pelatihan Takterbimbing)

Dalam jaringan Unsupervised, jaringan ini terdiri dari dua layar atau lapisan, yaitulayar input dan layar kompetensi. Layar input menerima data eksternal. Layarkompetitif berisi neuron-neuron yang saling berkompetisi agar memperolehkesempatan untuk merespon atau menanggapi sifat-sifat yang ada didalam datamasukan. Neuron yang memenangkan kompetisi akan memperoleh sinyal
yang berikutnya ia teruskan. Bobot dari neuron pemenang akan dimodifikasi sehinggamenyerupai dengan data masukkan.

Contoh model yang digunakan : Competitive dan Neocognitron

     3.      Hybrid (Hibrida)

Yaitu merupakan kombinasi dua atau lebih teknik / metode pembelajaran supervisi dan tanpa unsupervised yang bertujuan menggabungkan kekuatan masing-masing teknik tersebut dan meminimalkan kekurangannya, sehingga dapat menjadikan alternatif atau solusi untuk mengoptimalkan opini benar atau tidaknya suatu data yang terkumpul untuk dijadikan bahan dalam proses pengambilan keputusan. Pada metode yang ke 3 ini juga dapat dikatakan sebagai Integrasi dari beberapa computer system tools untuk menyelesaikan masalah. Tujuannya adalah agar antara satu system dengan sitem yang lainya saling melengkapi kekurangan dari masing-masing sistem, sehingga keputusan akan dapat dengan mudah untuk diambil dan permasalahan akan dengan mudah terselesaikan

Contoh model yang digunakan : algoritma RBF.


DAFTAR PUSTAKA
http://lzrdysnet.blogspot.com/2017/01/artificial-neural-network.html
http://socs.binus.ac.id/2012/07/26/konsep-neural-network/

http://azizmusyaffaa.blogspot.com/2016/10/artifical-neural-network-ann-contoh.html

SLDC BESERTA CONTOH UNTUK MASING - MASING TAHAPAN

NAMA  : ANNISA BADZLINA
NPM      : 10116939
KELAS : 2KA19
DOSEN : DYAH AYU DAMAYANTI


SDLC
merupakan singkatan dari System Development Life Cycle yang berarti tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh system analis dan programmer dalam membangun sistem informasi. Nah SDLC adalah siklus untuk membangun sistem dan memberikannya kepada pengguna melalui tahapan perencanaan, analisa, perancangan dan implementasi dengan cara memahami dan menyeleksi keadaan serta proses yang dilakukan pengguna untuk dapat mendukung kebutuhan penggunanya.
Berikut ini uraian mengenai masing-masing tujuh fase SDLC :
1.    Konseptual Perencanaan
Tahap ini merupakan langkah pertama dari setiap sistem. Selama fase ini kebutuhan untuk mendapatkan sistem diidentifikasi, kelayakan dan biaya yang diukur nilainya, dan resiko serta berbagai perencanaan pendekatan didefinisikan. Peran serta tanggung jawab untuk Aset Manajer, Perwakilan Sponsor, Sistem Agen Pembangunan (SDA), Sistem Dukungan Agen (SSA), dan berbagai pihak lain yang terkait dalam kebijakan SDLC yang ditunjuk selama tahap ini serta diperbarui selama siklus hidup sistem.
2.    Perencanaan dan Definisi Persyaratan
Tahap ini dimulai setelah proyek sudah ditetapkan dan sudah dilakukannya sumber daya yang tepat. Bagian pertama dari fase ini adalah berupa pengumpulan, mendefinisikan dan validasi fungsional, dukungan serta syarat-syarat pelatihan. Selanjutnya adalah mengembangkan rencana awal manajemen siklus hidup, perencanaan proyek, manajemen proyek, konfigurasi manajemen, dukungan, operasi, dan manajemen pelatihan.
3.    Desain
Pada tahap ini, fungsional, dukungan dan persyaratan pelatihan dituangkan ke dalam desain paling awal dan paling rinci. Keputusan ini dibuat untuk mengatasi bagaimana cara sistem akan memenuhi persyaratan fungsional. Awal desain sistem yaitu menekankan fitur fungsional dari sistem, diproduksi sebagai panduannya. Lalu desain system akhir diproduksi yang memperluas desain dengan menentukan semua hal-hal teknis yang diperlukan untuk mengembangkan sistem.
4.    Pengembangan dan Pengujian
Pada tahap ini, sistem yang dikembangkan atau diperoleh atas dasar spesifikasi. Sistem ini divalidasi melalui urutan unit, integrasi, kinerja, sistem, dan pengujian penerimaan. Tujuannya agar sistem berfungsi seperti yang diharapkan dan yang mensponsori mendapat kepuasan. Semua komponen sistem, komunikasi, aplikasi, prosedur, dan dokumentasi terkait yang diperoleh, diuji, dan diintegrasikan. Fase ini butuh partisipasi dari para pengguna yang kuat untuk memverifikasi pengujian secara menyeluruh dari semua persyaratan untuk memenuhi semua kebutuhan bisnis.
5.    Implementasi
Pada tahap ini, sistem baru dipasang di lingkungan produksi, melatih para pengguna, mengkonversi data, sistem diserahkan kepada sponsor, dan proses bisnis yang dievaluasi. Fase ini meliputi upaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan, menyelesaikan masalah sistem yang teridentifikasi selama proses pelaksanaan, dan rencana untuk menjaga kelestarian.
6.    Operasi dan Pemeliharaan
Pada tahap ini menjadi operasional selama fase ini. Di fase ini difokuskan untuk memastikan kebutuhan sponsor terus di lengkapi dan sistem terus melakukan sesuai dengan spesifikasi. Perangkat keras dan pemeliharaan perangkat lunak (software) di upgrade secara rutin supaya operasi sistem berjalan secara efektif. Pelatihan pengguna berlanjut selama fase ini, karena bertujuan untuk mengenalkan pengguna baru untuk sistem atau untuk memperkenalkan fitur baru untuk pengguna saat ini. Dukungan tambahan bagi pengguna disediakan, sebagai aktivitas yang sedang berlangsung, untuk membantu menyelesaikan masalah yang ingin di selesaikan.
7.    Disposisi
Pada tahap ini merupakan akhir dari siklus hidup sistem.Di tahap ini disediakan untuk penghentian sistem dan untuk memastikan informasi penting yang disimpan untuk akses di masa yang akan datang. Sistem, ketika ditempatkan dalam Tahap Disposisi, telah dinyatakan surplus usang dan telah dijadwalkan untuk shutdown. Fase ini untuk menentukan bahwa sistem (misalnya, peralatan, suku cadang, perangkat lunak, data, prosedur, dan dokumentasi) sesuai dengan peraturan dan juga persyaratan yang pas.

Sumber

 http://achmadfaisal20.blogspot.com/2016/06/sdlc-beserta-contoh-untuk-masing-masing_4.html

PENGERTIAN DAN MANFAAT PERLINDUNGAN TERHADAP ASPEK –ASPEK (CONFIDENTIALITY,INTEGRITY,AVAILABILITY) PADA INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM (ISMS)

PENGERTIAN DAN MANFAAT PERLINDUNGAN TERHADAP ASPEK –ASPEK (CONFIDENTIALITY,INTEGRITY,AVAILABILITY) PADA INFORMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM (ISMS)

NAMA            : Annisa Badzlina
NPM               : 10116939
KELAS            : 2KA19
DOSEN          : DYAH AYU DAMAYANTI

PENGERTIAN

ISMS ( INFOMATION SECURITY MANAGEMENT SYSTEM ) ATAU SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI adalah istilah yang muncul terutaman dari ISO yang merujuk pada suatu sistem manajemen yang berhubungan dengan keamanan informasi.

ISMS diciptakan untuk melindungi berbagai macam aset informasi dari berbagai gangguan – gangguan keamanan.

Konsep utama ISMS untuk suatu organisasi adalah untuk merancang, menerapkan, dan memelihara suatu rangkaian terpadu proses dan sistem untuk secara efektif mengelola keamana informasi dan menjamin kerahasiaan, integrasi,serta ketersediaan aset – aset informasi serta meminimalkan risiko keamanan informasi.

Keamanan informasi terdiri dari perlindungan terhadap aspek – aspek berikut :

1.      Confidentiality ( kerahasiaan ) ialah aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi, memastikan bahwa informasi tersebut hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang dan menjamin kerahasiaan informasi data yang sudah dikirim, diterima dan disimpan.
2.      Integrity ( integritas ) ialah aspek yang dapat melindungi bahwa data tersebut tidak dapat diubah kembali dan diakses tanpa seizin dari pihak yang berwenang serta menjamin keakuratan sebuah data yang dipertanggung jawabkan keutuhan informasi tersebut.
3.      Availability ( ketersediaan ) ialah aspek yang menjamin bahwa data tersedia saat dibutuhkan, memastikan pihak yang berwenang  dapat menggunakan informasi yang terkait.

MANFAAT

Keamanan informasi merupakan suatu upaya untuk mengamankan sebuah informasi yang dimiliki. Usaha yang dilakukan ialah dengan merencanakan, mengembangkan, dan melindungi semua kegiatan yang tekait dengan bagaimana data dan informasi dapat kita gunakan sesuai dengan yang sudah kita rencanakan dan tidak disalah gunakan oleh pihak – pihak yang tidak terkait dalam informasi tersebut.

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

Pendidikan merupakan sarana yang paling efektif dalam menghadapi globalisasi dunia, pendidikan dirumah ataupun sekolah, lingkungan masyarakat berguna untuk mencegah pengaruh negatif yang akan terjadi dari globalisasi.
Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengaruh dan membentuk sikap, kepribadian, dan pengendalian diri dalam mengamalkan ajaran agama.
Manfaat agama yang dapat diperoleh manusia, yaitu:
1.       Memberikan manusia tuntunan dan ajaran hidup
Tanpa agama manusia tidak memiliki tujuan. Dalam ajaran setiap agama, manusia diajarkan untuk selalu taat beragama agar dapat melakukan kebaikan dalam hidup didunia, selalu saling tolong menolong tanpa melihat ras dan kelompok.
2.       Mengenalkan pada hal yang buruk dan baik
Setiap manusia yang ada didunia ingin memperoleh semua yang di inginkan karena nafsu yang ada dalam masing – masing diri manusia. Segala cara akan dihalalkan untuk mendapatkannya. Maka dari itu, pentingnya ajaran agama manusia dapat mengetahui mana hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan.
3.       Menjadi penyeimbang antara fisik dan jiwa manusia
Dengan banyaknya aturan dan ajaran dalam beragama menjadikan banyak aspek dalam agama untuk menjadi acuan dalam menentukan dasar serta hukum suatu negara.
Dalam hidup juga penting untuk berakhlak. Akhlak merupakan tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Pentingnya akhlak:
1.        akhlak adalah bagan terpenting agama islam
2.       Barometer kesempurnaan iman
3.       Misi risalah khotamul anbiya
4.       Penyebab terbanyak masuknya manusia ke surga
5.       Ekspresi kebangkitan ruhani
Berakhlak kepada Allah SWT dibuktikan dengan mengesanannya, tidak menyekutukannya dan tunduk pada perintahnya dengan benar-benar bertaqwa. Akhlak mulia terhadap rosulullah SAW adalah mencintai dan mengikuti jejak kehidupan beliau serta melaksanakan sunnah-sunnahnya.
Berikut contoh krisis akhlak :


Dalam video singkat yang baru – baru ini viral di sosial media tersebut memperlihatkan aparat mengamankan puluhan siswa siswi SMA yang memakai seragam penuh coretan. Anak-anak yang tengah berbahagia ini dikumpulkan dalam satu ruangan serta diberikan bimbingan. Namun, saat ditengah-tengah bimbingan, salah satu petugas meminta siswa laki-laki melepaskan seragam coret-coretnya. Awalnya siswa tersebut menurutinya, sesuatu yang mencengangkan terjadi ketika anak tersebut melemparkan pakaiannya kearah petugas. Merasa kelewatan dan tidak dihargai petugas tersebut sontak meluapkan amarahnya. Petugas tersebut juga beberapa kali memukuli siswa tersebut karena merasa geram.
Atas kejadian tersebut banyak netizen yang mengomentari perbuatan si pelajar laki-laki yang tidak menghargai dan menghormati orang yang lebih tua darinya dan pantas mendapatkan balasan dari petugas itu.



#sabtulis